8. Home sweet home

Rumah yang bersih, terawat, dan rapih. Elok dipandang mata. Walau perabot nya masih itu itu saja. Menurut yen apa itu terlalu berlebih lebihan. Menurut yen itu susah ya. Menurut ayah itu hal yang simpel koq. Ayah tidak minta yang macam macam ke ibu. Ayah tidak minta tiap hari ibu harus melayani sex ayah setiap hari. Komplain makan (makan seadanya, ayah ngerti karena ayah tidak setiap saat ngasih uang belanja). Pakaian. Layani ayah ini itu. Setiap ayah mau tidur dikelonin. Masing masing mandiri lah. Jangan terlalu merepotkan ibu. Ibu dah repot urus yen. Ibu juga harus kerja.
Tapi kan ibu tak sesusah ayah nyari duit. Jika ibu mu kekurangan duit atau butuh duit, pasti minta ke ayah. Ayah kalo butuh duit, ayah mau minta kesiapa? Karenanya ayah usaha, tanpa peduli waktu. Ayah usaha kok yen. yen harus tau, orang usaha itu belum tentu langsung menghasilkan, tidak langsung ada uang. Kadang kita usaha juga sia sia. AYah sudah mencoba berbagai pekerjaan. Dari kerja sambilan sampai jadi agen property. Ayah lakukan semua. Bukan berarti ayah ninggalin yen dan tidak peduli pada yen dan ibu. Sesekali ayah pun menemani ibu kemana dia mau. Membelikan makanannya. Kepasar. Mendengarkan keluhan tentang kerjanya. bosnya. Teman temannya. yen. Main dengan yen. Begadang dengan yen. Menggendong yen.

Tapi ibumu sudah lupa semua itu. Ibumu lupa kalau ayah masih menggendongmu. Hal yang akan ibu gugat di masa masa akhir perkawinan kami.Sedih bukan. Ayah sedih. Ayah sedih yen.

Ibu perhatian juga dengan ayah. Ibu berlangganan koran untuk ayah. Karena ibu tau ayah hobi membaca. Beberapa bulan akhirnya ayah minta berhenti saja. Buat menghemat.
Menurut mereka ayah tidak peduli yen dan ibu. Mereka bilang ayah terlalu menuntut ibu dalam hal 'sekejap mata'.Kalau ayah membersihkan rumah, menyapu halaman, memberes bereskan rumah. Ayah tidak perlu bilang ke ibu. Lihat ayah sudah bereskan rumah. Karena ayah pikir, ini merupakan tanggung jawab bersama. Membuat rumah menyenangkan dalam arti secara fisik mau pun jiwa. Kan senang juga kita lihat rumah yang bersih dan rapi.Seperti kapal pecah. Ayah dah protes beberapakali ke ibu. Tapi ibu tidak mau peduli. Ayah telah berulang kali bilang ke ibu. Tolong kamu lebih perhatikan rumah lagi. Belum lagi soal makanan basi. Berulang kali ayah beri perhatian ke ibu. Apalagi ibu tiap hari masak masakan, masa tidak bisa liat dikulkas makanan kemarin yang berhari hari. Sampai kadang lumutan. Ayah tidak senang buang buang makanan. Kan sayang. Apa iya ayah harus berulang kali ingatkan.Ayah sering berulang kali bilang ke ibu. Tapi ibu sering tidak mau dengar pendapat ayah. Ayah capek ngomong lagi. Bicara salah. Tidak didengar. Ayah protes. Ayah mogok bicara. Aku juga masih normal kok. Masa kalau semua baik baik saja saya mau marah marah. Pasang muka angker. Marah. Gilakah aku mau marah setiap hari. Saya capek! Ayah protes. Ayah mogok bicara.
Kemudian ayah ingat teman lama yang punya warnet dekat rumah. Setiap malam ayah kesana. Cek email. Baca koran online. Cari informasi informasi bisnis. Ngobrol dengan teman.Ayah protes yen.
Situasi tambah buruk karena sebaik baiknya ayah mengelola keuangan toh akhirnya tabungan ayah habis juga. Ayah harus asli makan gaji lagi. Usaha ayah belum membaik. Sekitar september atau oktober ayah bilang ke ibu tidak punya uang untuk beli susu yen. Ibu berang. Ditambah dengan protes ayah selama ini. Kemarahan ibu menjadi jadi. Ayah dianggap tidak mau membiayai yen lagi. Keributan sering terjadi. Sering. Suatu saat ayah sempat menjelaskan dan memberikan rincian pengeluaran gaji ayah selama ini kepada ibumu. Ibumu tidak peduli. Sepertinya ibu minta bantuan kepada tante. Hari minggu itu ayah dan ibu mendiskusikannya lagi. Ibu bersikeras mau pergi. Ayah bisa bilang apa. Ibu (bersiap siap) meninggalkan ayah lagi.
Ayah mau bilang apa yen. Ayah sudah tidak bisa ngapa2in lagi. Ayah dah kehabisan tenaga. Ayah sudah lemah. Ayah telah berusaha untuk mendukung keluarga ini habis habisan. Setelah ini ditinggalkan lagi.Jadi, untuk apa ayah tinggal lagi? Untuk apa ayah dirumah ini lagi. Hanya untuk menjadi boneka dan menebalkan kebencian ibu kepada ayah. Apa ayah masih punya harga diri lagi tinggal di rumah itu lagi. Hancur sudah. Lebih baik ayah angkat kaki meninggalkan ibumu. Ibumu sudah meninggalkan ayah (lagi).

7. Malam perpisahan
Sabtu 19 januari 2008

Masa kontrak kami setahun telah habis, kami harus keluar dari rumah itu. Segala bentuk perjalanan dan perjuanganku untuk sukses harus gagal total. Ayah bangkrut. Ibumu memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya di alauddin membawa yen dan pembantu kami ani. Ibu tidak mau ikut ayah ke tinumbu. Ibu telah putuskan sendiri. Ayah telah membujuk ibu untuk ikut ayah. Dengan harapan ayah bisa mengatur kembali keuangan ayah dari awal lagi. Mungkin ibu karena telah punya uang sendiri dari penghasilannya sendiri dan merasa telah mampu dan hebat.
Sejak perpisahan itu dari awal tahun 2008 sampai dengan ini baru satu kali yen bertemu lagi dengan neneknya. Itupun ayah membujuk ibu untuk itu.
Hari ini, enam hari yang lalu … kami akan melakukan persiapan akhir untuk pindah rumah. Saya menunggu mereka pulang, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam lebih. Kemana mereka? Kenapa belum pulang.
Entah jam berapa mereka bertiga dah pulang. Setelah menidurkan yenny di alas tempat tidur nya. Maafkan ayah anakku, ayah telah menjual tempat tidur kita. Hanya 2 hari kok kamu tiduran disini. Besok yenny bisa tidur di tempat tidur lagi. Lama kutatap muka anakku. Sedih rasanya meninggalkanmu.
Tengah malam lewat, kami berpelukan sambil tiduran diatas lantah. Yah, kan tempat tidur nya telah dijual? Entah apa yang ana pikirkan. Air matanya jatuh berulang kali. Sedih juga rasanya kami akan berpisah. Lelah dengan perasaannya, ana pun membalikkan badannya. Sambil tiduran ana melihat kea rah tv nonton mini seri kesukaannya. Ditemani sherly dan tati.Rasanya ingin tidur tapi pikiran kami melayang entah kemana. Hari ini hari terakhir kami sekeluarga bersama sama.Setelah hampir setahun tinggal dirumah ini yang penuh dengan suka dan duka.
Akhirnya aku pindah kekamar sebelah. Kamar yang dulu merupakan kamar kami berdua sebelum yenny lahir. Terlintas di pikiran menerawang masa masa awal kami tinggal dirumah ini.

http://www.hotfm.com.my/images/menangdiweb/07/cd/jul07_letto.jpg
Malam ini saya dan ana tidur seranjang. Ia sudah hamil 5 bulan. Kami berpelukan. Saya selalu dibangunkan oleh lagu soundtrack sinetron kesukaan ana yang terkenal waktu itu. Ruang rindu oleh letto. Soundtrack sinetron nasya mirdad dan dude harlino. Yah lagu itu akan selalu mengingatkanku malam malam awal kami tinggal di rumah ini.

Ana menyusulku ke kamar sebelah. Tanpa kami sadari, kami menutup malam dan tidur di kamar yang sama. Dan malampun berakhir dengan sunyi.

Siang. Tanggal 20 januari 2008. kamipun berpisah.
Saat itu ibu telah bekerja di teman ayah dekat rumah alauddin. Ibu memboyong semuanya. yen dan pembantu ani. Ayah kecewa yen. Ayah kecewa. Ayah telah mati matian untuk ibumu dan yen. Pada saat ayah jatuh, ayah ditinggalkan sendirian untuk memberesi diri sendiri. Ayah kecewa yen. Bisa yen tau bagaimana perasaan ayah saat itu. Hancur. Sepertinya semua usaha ayah itu hanya dipandang sebelah mata dan sia sia saja. Dan ibu tidak peduli. Ia hanya mementingkan dirinya sendiri.Ayah pulang kerumah seperti prajurit yang kalah perang. Kalau seorang pria pulang kerumah orang tuanya seorang diri. Pasti orang orang di sekitar rumah bertanya tanya. Kenapa orang ini pulang tanpa anak dan istri. Ada apa. Ayah malu yen. Ayah malu. Walaupun mereka tidak menanyakannya langsung. Tapi ayah bisa merasakannya. Mata mereka memandang ayah.
Ibu menyayangimu yen. Salah satu buktinya ibu mati matian membelikan yen AC di alauddin. Supaya yen bisa tidur ayem katanya. Ayah bilang nanti saja belinya ditunda dulu , karena ayah pikir itu belum saatnya.
Ayah tidak meninggalkan kalian 100%. Ayah masih memikirkan ibumu dan yen. Selama persiapan pindah ayah membantu mengurus perpindahan kalian. Ayah tidak meninggalkan ibumu dengan barang barangnya begitu saja di rumah lama. Ayah masih membelikan kebutuhan utamamu, pampers dan susu. Ayah masih membelikan obat ketika kamu butuh. Ayah masih menggaji ani untuk membantu ibumu menjaga dan merawatmu ketika ibu pergi kerja. Ibu tidak perlu terlalu lelah dengan pekerjaan domestik seperti mencuci dan masak. Ayah tidak bisa mengandalkan orang tua ibumu yang lebih mementingkan diri mereka sendiri. Ayah mengunjungimu sewaktu waktu di luar rumah. Ayah masih menemani dan membelikan kebutuhan kebutuhan rumah tangga. Ayah kurang ya.Ibumu kadang menyindir ayah karena kalo ayah kerumah untuk menyalurkan kebutuhan biologis ayah. Ayah masih normal yen. Ayah masih butuh itu.
Pertengahan bulan april atau mei, dengan perasaan yang campur aduk ayah pulang ke alauddin. Harga diri ayah telah ayah buang di tengah jalan sebelum ke rumah ibumu. Hanya satu. Ingin keluarga ini kembali normal. Kamu tau perasaan ayah saat itu.Keputusan yang penuh kesia siaan, karena akhirnya harus berpisah lagi.
Oma meninggal dunia. Seluruh keluarga ibu berduka. Sebelum ayah pindah kerumah di alauddin. Ibu sedih. Ibu ingin pergi ke jogja lagi. Tapi ibu mengurungkan niat nya karena bosnya tidak mengizinkannya. Bukan ayah ingin menerima pujian, menerima simpati atau mengungkit2 kebaikan ayah. Untuk yen tahu saja.Ibu dan tante kiki meminta ayah untuk mengurus dan membelikan tiket untuk ayah (ibu) ke jogja. tante kiki menelpon ayah untuk membantu beli tiketnya. Awalnya ibu juga ingin ikut.
Apa ibu ada cerita tentang kejelekan ayah (ibu) sebelum ke jogja? Ada banyak yang terjadi sebelum ia kejogja. Banyak peristiwa yang terjadi. Setelah penguburan oma selesai ayah(ibu) tidak mau kembali ke makassar. Ia lebih senang tinggal disana. Keluarga tante kaya raya yen. Bisa hidup enak tanpa perlu susah payah. Semua kesenangan ada. Hidup lebih menjadi berarti. Daripada tinggal di makassar dengan istrinya.

Hari nanti ibumu akan melakukan hal yang sama yen. Ibu akan pergi meninggalkan ayah untuk keduakalinya. Kekeluarganya yang kaya raya itu. Hidup lebih enak tanpa perlu susah payah. Menderita. Dan lain sebagainya. Semua kesenangan ada. Hidup lebh menjadi berarti. Semua sudah ada dan tersedia. Pokoknya semua ada. Bahkan demi mengejar tur jalan jalan ke bangkok, hongkong dan malaysia, ana 'memaksa' meminta semua surat surat yen hingga kartu keluarga.Bahkan saat saat terakhir ibumu masih memperlihatkan ke 'ego' nya.

Awalnya tidak ada masalah yang berarti, kami hidup kembali normal seperti layaknya keluarga lain. Tak lama ani keluar. Ia pulang kampung. Kami harus kerja keras lagi. Selama ibu dan sherly mencuci baju, ayah bertugas menemani yen. Ayah berusaha menjadi 'figur suami' yang semua para ibu dambakan. Tapi ayah juga harus usaha lagi diluar. Apalagi usaha ayah harus kembali dari nol lagi. Untungnya tak lama ada ani baru. Walau tugasnya hanya mencuci saja setidaknya ibumu tidak forsir tenaga lagi untuk mencuci pakaian yang segunung. Apalagi yen hobi ganti baju dan celana. Hehehe. Ibu akhirnya bisa punya waktu luang setelah pulang kerja. Waktu luang untuk yen.
Selama ini semua kebutuhan keluarga dan yen ayah gunakan dari kartu kredit ayah. Akhirnya ayah memutuskan untuk berhenti menggunakannya dan pelan pelan membayarnya. Ayah butuh dana rutin yang tidak sedikit. Ayah putuskan untuk menggunakan tabungan untuk membantu keuangan dan kebutuhan keluarga dan yen. Keputusan ayah salah ya? Tega kah. Ayah tak tega melihat keluarga ini tidak bisa makan dan yen tidak punya susu. Ayah tidak mengharap balasan dan pujian. Ayah rasa ini wajar, ini merupakan tanggung jawab dan kewajiban seorang ayah. Untuk memastikan semua kebutuhan utama terpenuhi.

Kau hitungan hitungan kah dengan saya kah. Saya bayar semuanya! Dengan keras ana berkata. Dengan mata penuh kemarahan. yen harus lihat mata itu. Mata itu seperti ingin menerkammu dan membuatmu tersudut di sudut yang gelap. Mata itu penuh keangkuhan dan berkata lihat. Aku telah mampu. Tanpa kau aku bisa hidup dan membiayai yen.

Bukan bukan itu maksud saya berhitung hitungan. Aku cuman mau bilang, apa karena kesalahan saya selama ini telah menutup semua pintu pintu hatimu. Telah menganggap semua pengorbananku itu semua sia sia. Seperti tidak ada harganya saya lagi berada di depan kamu.


6. Peristiwa penting

Ada 2 kejadian penting yang akan mempengaruhi kelanjutan hubungan ayah dan ibu, yen.

Suatu hari entah karena kami cekcok apa sehingga terjadi pertengkaran yang sengit, ayah memukul ibu ( sungguh ayah tidak bermaksud dan tidak berniat untuk itu. ayah juga tidak meminta pembenaran atas tindakan ayah. Terserah penilaian yen saja ). Biasalah kadang ibu mu juga tidak mau mengalah pada ayah. Ayah yang akan selalu mendengar kemauan ibumu.Ayah menyesal kepada ibu, dan meminta maafnya. Ibumu hari itu memaafkan. Tapi ayah tidak tau, karena sebenarnya ibu tidak memaafkan ayah 100%. Ibumu masih menyimpan dendam.Ayah tidak ingat latar belakang peristiwa itu. Untuk yen tahulah, ayah waktu itu seperti berdiri ditempat yang mau runtuh. Ibu hanya dirumah merawat merawat dan menemani yen saja. Ayah yang mencari duit di tempat kerja, urus tempat usaha yang baru, konsumen ayah dan lain lain. Saat itu reni udah pergi sebelum yen lahir. yen bisa bayangkan betapa berantakannya hidup kami saat itu. Tapi ayah berusaha mengerti kesulitan ibumu. Ayah juga menjaga yen. Membuatkan yen susu, membawa kedokter. Mencarikan uang untuk membelikan susu. Bila ayah pulang kerja, ayah langsung menemani ibu dan yen. Ayah tak tega meninggalkan ibumu sendiri. Terkecuali kalo ada keperluan yang sangat mendesak. Misalnya ada pekerjaan yang akan menghasilkan. Ayah masih perlu uang dan butuh uang. Kadang ayah juga kesal karena yen tidak mau tidur padahal udah larut malam. Ayah harus pergi kerja juga besok. Kalo ayah ngantuk di tempat kerja atau pada saat membawa motor. Apa yang bisa yen bayangkan?Akhirnya sepupu ayah membawa tati kerumah kita. Sedikit banyak hidup kami mulai teratur. Ayah senang ada yang membantu ibumu lagi merawatmu. Menemani yen. Menemani ibu. Setidaknya ayah sudah tidak was was lagi meninggalkan kalian. Ayah masih tetap membuat kan yen susu. Masih menggendong yen kok. Menyanyikan lagu untuk yen untuk tidur. yen suka begadang. Walau ayah tidak bisa seperti ibumu yang bisa melakukan 'lebih' dan bisa menemanimu 24 jam. Ayah tau ukuran susu nya yen. Ayah pintar membuatkan yen susu. Ayah masih berdoa untuk yen. Ayah masih menimang yen tidur. yen masih tidur dibahu ayah.

Tapi ibumu sudah lupa semua itu. Ibumu lupa kalau ayah masih menggendongmu. Hal yang akan ibu gugat di masa masa akhir perkawinan kami.Sedih bukan. Ayah sedih. Ayah sedih yen.

Hal yang kedua adalah. Ibu marah kepada ayah, karena nenek ( ayah ibu ) pernah mengatakan pada ibu "menantu sial". Ayah tidak tau mengapa sampai nenek bisa mengatakan kata kata buruk seperti itu. Karena sampai hari ini dan kapanpun ibumu tidak akan terima perkataan itu. Ibumu tersinggung. Ayah yakin menantu manapun tidak akan terima perkataan seperti itu. Yakin 100%.Baiklah ayah ceritakan sedikit dan coba mengingat ingat apa yang terjadi sebelum yen lahir. nenek tidak cocok dengan ibu pada saat ayah dan ibu pacaran setelah beberapa lama. Hingga pada saat ayah mengatakan pada nenek, ayah mau menikah dengan ibu. nenek juga tidak bisa protes. Itu pilihan ayah. Tapi nenek tetap membantu ayah selama ayah menikah, baik berupa doa restu, finansial dll. nenek tetap membantu ayah ketika ayah pindah rumah, ibu masuk ke rs beberapa kali selama mengandung yen. Waktu ibu melahirkan. yen masuk rumah. yen sakit. Hingga akhirnya ayah dan ibu harus berpisah untuk keduakalinya. Tapi apa balasan ibu terhadap nenek. yen tahu? Ibu tidak pernah mau mengizinkan menggendong yen dari yen lahir hingga hari naas itu terjadi. Hari dimana kata kata buruk itu keluar. Aku tidak tau persis alasan mengapa ibu tidak mengizinkan yen digendong nenek.nenek komplain pada ayah mengapa setiap nenek ke rumah, ia tidak dikasih gendong cucunya. Setiap nenek mau pegang yen, ibu entah sengaja tidak sengaja menepis tangan ibu. Atau dengan cepat menggendong yen. Atau dengan sengaja menggendong yen lama lama.Ayah tidak tau mau bilang apa, ayah juga tidak setuju. Tapi ayah juga tidak bisa berbuat apa.

Toh orang tuaku tidak pernah mau campuri lagi setelah aku pindah rumah ke alauddin lagi. Kau pun setelah yenny besar tidak mau membawa yen ke neneknya. Kau lebih senang bawa ke yuli. Tidak ada yang protes. Semua anggap seperti biasa. Semua maklum kok. Setelah sekian lama. Terimakasih atas kebesaran hatimu. Karena kebesaran jiwamu. Telah mengijinkan yenny ketemu neneknya. Tapia pa gunanya. Kamu toh akan membawa yenny pergi jauh. Aku kecewa sayang.

Yen tahu. Setiap orang bisa gendong yen. Tapi hanya nenek yang tidak bisa gendong yen. Bahkan orang tua ibumu yang tidak berbuat apa apa untuk ayah dan yen. Bisa menggendong yen dan menimang nimang yen hingga kapanpun. Adilkah?Ayah mengalah yen, ayah tidak mau ribut. Ayah juga kecewa dengan ibu. Ada masalah yang penting yang lebih penting dari itu. yen punya susu, kebutuhan yen lebih penting dari itu.Akhir tahun 2007, ana memutuskan untuk membawa yen berlibur ke jogja selama 2 minggu. Tahun depan baru balik. Untuk bertemu keluarga besar nya disana. Sungguh menyenangkan. Melihat jogja kembali, melihat kembang api. Memang, saya hanya membantu beberapa ratus ribu rupiah saja. Semua tiket dll, dia yang nanggung sendiri. Mungkin dari gaji dan thr nya. Senang yah.Aku? Aku hanya menghabiskan waktu seorang diri. Makan diluar, mengukur jalan di kota dan akhirnya capek, pulang nonton tv hingga tidur.Pengennya kuhabiskan natal dan tahun baru dengan ana dan yen juga. Paling kita hanya ngumpul, makan, nonton film dan tidur. Nda seru ya.

5. Yenny lahir

1 hari sebelum yenny lahir hari itu adalah waktunya ana untuk check up ke dokter. Jam 9 yenny yang nakal itu mulai membuat panik ibunya. Ia memecahkan ketubannya. Dengan panik ana memanggil taksi dan pergi ke rs maryam sendiri.Bi jangan panik ya, saya sudah di rs ketubanku pecah. Kata ana di hape aku. Bergegas kutinggalkan kantorku dan menuju ke rumah untuk mengambil perlengkapan baju yang sudah dipersiapkan beberapa hari yang lalu.

Yang ini dan ini yang musti kamu bawa ya, sambil menunjuk ketas kain pink. Ya bu , sambil kuelus perutnya.

Saya selalu ingat betul, yenny anak yang aktif. Kalau kami berboncengan, kakinya dengan senangnya menendang punggungku. Dan itu ia lakukan sesering mungkin. Ada perasaan haru dan geli. Dapatkah kurasa lagi sensasi itu. ana hanya tertawa dan bilang na .. na .. dia lagi nyari papinya to …. Apa yang ana rasakan ya? Hanya ia dan semua ibu ibu sedunia yang tahu.Dan bila malam menjelang kami tidur ana selalu memintaku untuk memegang perutnya , karena ana tahu, yen lagi aktif bergerak. Ya keatas, kebawah kekanan dan kekiri. Dan berbalik lagi. Apa yah yang mereka rasakan berdua. Seperti nya mereka senang senang saja dan menikmati nya. ana selalu memintaku untuk memegang perutnya. Dan yen dengan bangganya menendang nendang tanganku. Aku takut dan geli. Sesekali kulihat tonjolan halus dari perut ana . Dapatkah kalian bayangkan yen dan bayi bayi lainnya dalam perut ibu mereka.

yenny yenny … kalau kamu memanggilnya dia akan berbalik dan ketawa. yenny udah pintar , yenny dah bisa balik sendiri, udah pegang botol susunya sendiri. Sudah bisa merebut hati orang orang sekitarnya. Hari itu genap 7 bulan.

Hari itu ibu terus berdoa rosario di meja altar sederhana yang kami buat. Bertaplak merah muda. Ada salib dan buku novena dan alkitab. Meja itu kutaruh disamping tempat tidur kami. Beberapa bulan lagi ibu akan melahirkan yen. Aku selalu mengingatkan dan memberikan semangat agar ibu tidak lupa dengan doa rosario nya. Apabila tidak penuh, maka ibu akan terus mengulanginya lagi. Aku tahu ibu mu sangat sayang yen bahkan sebelum yen ada. Tapi kenapa sayang itu ibu mu tak berikan pada ayahmu hari ini. Mengapa saat ayah ‘down’ ibu tidak berdoa untuk keluarga ini. Ibu nakal yen. Ibu selalu berkata yen bukan anak ayah. Saat ayah susah, ibu selalu berkata begitu. Saat ibu senang ia akan mengatakan yen anak ku juga.

Kubawa tas tas ke rumah sakit. Sebelum ke rs saya minta teman saya untuk jaga rumah kami sambil kutitipi kunci rumah. yenny belum lahir ketika saya tiba. Di rs , dokter telah memeriksa nya dan mengatakan ia akan melahirkan besok. ana menjerit jerit kesakitan.

21 desember 2008
04115396667

Itu memang sudah kodratx laki2 u cari duit u kel. Sejak adam n hawa berbt dosa, n kt perempn mengandung n melahirkan. Jgn krn ko strs ko pkl istrimu! Apa kt tdk d ambang hdp n mati dl melahirkn? Mkx ada d blg surga d bwh telapak kaki ibu, krn kt u pkl krn ko stress? Knp mau buru2 pny ank kl akhrx stress!

Aku jawab, apa km bisa tau apa yg terjadi di masa dtg. Apa kau bs tau krn I tdk tau. Yg I yakin di cwasih, I klu usaha akan sukses. Krn I mau kerja keras. Mana tau kt gagal. I kasihan kk. I tdk bs sangkal ibu berat melahirkan. I jg pny ibu. I jg hormat ibuku. Wlu I g pny duit. Jauh sblm km pny anak. Kawin. Pcran. I dah btu kkmu. Klu u bicara kodrat mmg kodratx laki nyari duit. Istri jd ibu. Tp kk mu mgkn lp kodratx u hormati jg suamix. I jg nyari duit jg toh. Tdk kenal wkt. Apa kkmu mau . I duduk2 dirmh trs liat yen. Kt sj diluar nyari duit blm tentu lgsg dpt duit. Apalg I tdk usaha. Klu cmn mukul n diam yg dipersoalkan kk mu.Maksud saya beginiApa ada orang yang bisa tahu apa yang akan terjadi di masa datang? Apa kah ia akan tau bila melakukan ini hasilnya pasti ini. Bisa? Aku pindahkan keluarga kecil ini ke cwasih dengan harapan bisa mengubah nasib. Aku tak bisa duduk dirumah saja hanya nungguin dan melihat kalian. Jaga yen. Saya berusaha keras dan saya menikmati kerja kerjas tersebut. Bagaimana aku mencari klien, mencari order bertemu dengan orang baru dll. Saya tahu menjadi seorang ibu pasti berat. Betul mmg surga dibwh telapak kaki ibu. Tapi hey, aku bukan anaknya , aku suaminya. Aku dah habis habisan dengan kakakmu sherly! Tapi ini kah balasannya? Kenapa aku baru mukul kalian semua pada protes, waktu kakak mu tidak peduli ke aku kalian diam diam saja?Tidak adil kan? Bicara kodrat, apakah akhir akhir ini sebelum pisah , dia masih hormati suaminya kah? Adilkah menurut kalian.

Saya masih ingat jam 3 sore saya ke tempat praktek dokter di jl bacaan. ana masih menjerit kesakitan. Buru buru ku pacu motorku ke rumah dokter. Setelah lama menunggu. Pintu terbuka. Seraut wajah wanita menyembul dari sela sela pintu yang terbuka sedikit. Ada dokter? Istri saya mau melahirkan. Dokter sedang istirahat, tidak bisa diganggu. Huh alas an saja. Alas an yang sama para suster ketika kutanyai nomor telpon dokter, pikirku. Tolonglah, ini darurat. Pintaku. Tunggu yah, sambil berlalu ibu itu meninggalkanku.Pintu pun terbuka dan dokter turun dengan santainya. Dok, istriku dok? Saya pun menceritakan keadaan istriku. Gak apa apa. Santai saja. Besok baru melahirkan kok. Kata dokter. Tapi dok, saya takut ada apa apa. Gak apa apa kok. Dokter sofyan berusaha menenangkanku. Dasar dokter! Ingin rasanya ku bogem mukanya itu.

Tuh kan nda apa apa katanya dengan muka penuh kemenangan. Bah. Saya hanya tersenyum simpul sambil menjabat tangannya. Belakangan ana ceritakan kepadaku bahwa dokter menceritakan tentang kekonyolan atas kepanikanku. Kan sudah kubilang tidak apa apa. Hahaha. Huh. Sialan !!!ana menceritakan kepada ku di suatu hari. Pada saat kesakitan melahirkan, ana mengatakan pada yenny, kau tunggu papimu datang, iyo, baru kamu mau keluar? Eh, beneran lho. Saya balik ke rs , yenny pun lahir.

Yah, yenny lahir. Jam 8.50 pagi. Hari itu tanggal 20 november 2007….


ilustrasi, foto dok pribadi
Sekitar usia 3 bulan yen pernah mengalami kejadian yang mengerikan yang hampir (mungkin) merengut nyawa kami sekeluarga.Sore itu, hari sabtu. Sudah magrib jam 6 7 lewat karena sudah gelap. Kami bertiga pulang dari rumahnya siola di cendrawasih ujung. Siola sudah peringatkan ibu untuk menunda kepulangannya. Tapi ibu menolaknya. Ayah sudah lupa. Ketika kami berjalan dan sampai di jalan cendrawasih dari arah pasar senggol kami berhenti depan lampu merah samping kakatua.Aku melihat lampu hijau jadi aku menjalankan motorku. Baru beberapa detik tiba tiba kami dihantam sebuah motor. Kami terhantam diaspal. Setelah sadar apa yang terjadi aku langsung mengecek kondisi mereka. Segera kami dibawa kepinggir jalan oleh warga sekitar. Jalan langsung macet dan penuh orang. Si tersangka pun ikut diseret warga. Tidak apa apa ji bu? Anakta ya? Lebih baik bawa ke rs. kata seorang warga. Bukan apa apa bu untuk cek saja kondisinya anakta siapa tau ada apa apa.Dengan bergegas kami singgah di rs catherine booth untuk mengecek kondisi yen. Ternyata ada luka dalam di kepalanya. Langsung malam itu juga kami nyari kamar utk yen. Tadinya karena kondisi tidak memungkinkan kami memilih kamar kelas untuk yen bercampur dengan orang lain. Entah kenapa bos nya ibu , roby nelpon. ana menceritakan bahwa kami habis ditabrak orang dan yen dibawa di rs. Tak lama roby datang menjenguk dan meminta kami pindah ke kamar vip. Ayah menjadi tidak enak. Karena roby terus memaksa untuk pindah. Dia bilang kau liat itu pasien satunya , takutnya yen tertular entah penyakit apa.
Kami takut juga memberitahu nenek tentang ini. Takut. Padahal seingat ayah, besok kami harus kerumah tinumbu. nenek ada acara makan makan sebagai syukuran untuk rumah. Ayah bingung bagaimana menjelaskannya nanti.Ternyata terbongkar juga. kakakku kerumah di cwasih untuk menjemput kami pagi. Dia diceritakan sama tati mengenai kejadian itu. Tak lama nenek datang dan melihat kondisi yen, padahal nenek juga punya acara dan meninggalkan tamunya begitu saja. Semua saudara kami datang juga. Memberi perhatian pada yen.
Tak terkecuali semua saudara ibu juga datang. yen sembuh setelah beberapa hari di rawat di rs. roby lah yang menebus semua biaya perawatan yen pada hari itu. Total semuanya 2 juta lebih.
Ada kurang lebih seminggu mungkin yen di rs.
4. Membeli kebahagiaan
Awal januari 2007




ilustrasi

Seorang teman menawarkan sebuah rukonya yang kosong di daerah cwasih. Ia ingin membantuku mewujudkan cita citaku untuk mempunyai sebuah tempat usaha. Dengan harapan usaha ini dapat berhasil dan memberikan kehidupan yang lebih baik lagi.Beberapa pertimbangan yang kuambil karena , kapan lagi ada tawaran seperti ini kalau tidak dicoba diambil, mana tau kesempatan itu ada lagi. Apalagi uang sewa yang ditawarkan hanya beberapa juta saja. Saya juga ingin keluar dari alauddin, aku ingin berubah dari tidak apa apa menjadi seseorang yang berhasil. Ingin sukses. Bukankah ana juga pengen rumah sendiri? Punya tempat usaha sendiri.Tidak nyampur dengan orang lain. Kami bebas. Kami pindah ke tempat baru, dan ayah bertekad untuk sukses dan tidak akan pernah kembali lagi ke rumah mertua!
Pertama tamanya memang sulit, kami sampai harus menjual beberapa aset keluarga untuk membeli beberapa barang dan modal usaha. Belum lagi mau bersihkan rumahnya, masalah meteran listrik , pam, tempat usaha dll.
Bulan bulan awal belum banyak transaksi terjadi. Pada saat yang sama kami juga berusaha mengatasi masalah masalah yang ada. Apalagi kami masih berdua. Setelah ada reni, sedikit banyaknya ada yang temani ana dirumah. Tiba tiba juga aku harus kehilangan motor yang selama ini aku pakai untuk kerja dan usaha. Untuk sementara aku limbung. Kemana mana harus naik angkot dan becak. Bahkan kalau dekat jalan kaki. Untuk pergi pulang ke kantor kadang numpang dengan teman kerja. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengambil kredit motor. Entah berapa lama aku hidup tanpa motor.


Hah ini dd nya jelek. nomor mati. begitu komentar ana ketika melihat plat motor baru kami. DD 4333 SL. 4+3+3+3=13. Nomor mati.

Selama setahun kami tinggal dirumah baru. Kami berusaha tetap mengatur dan membiayai kebutuhan orang tua ibu di alauddin. Kami tetap membayarkan tagihan dan kebutuhan hidup lainnya.
3. Raja dan ratu
Pertengahan desember 2006

Saya memutuskan untuk segera menikah saja dengan beberapa pertimbangan bukan karena ingin ikut ikutan seperti adiknya yang telah menikah dengan teman saya beberapa bulan lalu. Bukan bukan itu.

Saya merasa dunia tiba tiba gelap. Tahu tahu kami sudah diatas aspal dan motor kesayangan kami tau tau sudah ada diatas kami. Selang 2 detik kemudian tempat kami dikerubutin orang orang masyarakat sekitar. Kau tidak apa apa bi? Kau ya? Setelah saling mengecek kondisi masing masing dengan gontai dan gemetar dengan pelan saya mendorong motor ke tepi jalan. Saya mendengar ana dengan emosi tinggi memaki maki supir taxi naas itu. Mungkin karena kalah gertak ditambah kesaksian seorang polisi money changer, supir tersebut meminta maaf berulang kali ke ana . Setelah puas memaki, kami pun pulang. Hari itu bulan mei, beberapa hari lagi kami akan menikah.

Demi mendapatkan modal menikah kamipun berusaha mati matian mengumpulkan duit. Orang tua kami kurang mampu untuk itu. Mulai dari ikut arisan tembak di keluarga ipar. Mengumpulkan semua uang dari hasil penjualan baju kreditan, usaha sambilan dan lain lain.

Cincin itu hanya terbuat dari perak. Hanya itu yang mampu kubeli. Kutahan sedihku. Kumampu menghibur diriku dan berharap suatu hari bisa kubelikan yang lebih baik dari itu. Sayang tidak pernah terwujud hingga hari ini.

Kami menyusun list dan rencana rencana pada hari pernikahan kami nanti. Demi menghemat anggaran segalanya dihemat! Yang paling penting adalah adikku mau membantuku. Dan pacarnya monica pun mau membantu kami. Ups beberapa bulan sebelum mereka resmi menjadi pendamping kami. Mereka putus. Dapatkah kamu bayangkan itu? Walaupun mereka berpisah. Foto mereka yang tetap bersatu.
Dengan segala kekurangan dan keterbatasan akhirnya kami bisa bertunangan pada hari itu. Dari acara di hotel dan gereja sampai sungkeman ke nenekku. Salut pada banyak teman yang telah membantu kami entah kebaikan apa yang telah kami perbuat. Ibuku, tante kiki, oma yang dari jogja, saudara saudara kami. om ayao tukang foto kami, monica dan keluarga nya , pastor dan lain lain.
Pulang dari resepsi, saya masih berkata dalam hati. Apakah saya bermimpi. Apakah kami sudah menikah. Ketika kutanyakan pada ana a. Ia hanya menjawab sudah sayang dan mencium bibirku. Saya hanya terbengong seperti orang yang tidak terima kenyataan hidup.
Di kamar hotel, ana sudah tertidur lelap karena saking capainya. Akhirnya malam pengantin berlalu begitu saja tanpa terjadi apa apa. Yah , tidak seperti cerita cerita yang kudengar.

Hari itu kami telah resmi menikah. 3 september 2006.
ilustrasi, foto dok pribadi

2. Life is begin

Cinta dalam sepotong coklat. Saya minta coklat. Isi sms ku baca dari hape ku. Iya. Kubalas. Esoknya saya membawakan beberapa batang coklat ke tempat kerjanya. Disebuah toko yang terkenal di seputaran jalan sulawesi. Saya masih pacaran waktu itu. Tak ada rasa apa apa. Hanya karena kalah dan mau menebus nya.

Kami bertiga, saya, Robert dan dedy menyusuri malam menuju rumah bos kami. Di ujung kota. Setelah urusan bisnis selesai, sebelum pulang kami mampir ke rumah pacar dedy. anastasia. Begitu ia memperkenalkan namanya padaku. Sebelumnya, robertlah yang berkenalan awal. Saya hanya tertawa melihat tingkah pola 2 pasangan itu. Yang kutahu adalah. anastasia ada lah cewek gendut yang berpakaian daster.

Entah bagaimana kami mulai akrab. Saya pun mulai mengantar nya pulang dari tempat kerjanya. Ia yang gendut sangat ramah dan lucu. Sangat beda dengan tipe pacarku. Apakah aku selingkuh? Sementara yang satu mulai tidak memancarkan sinyal sinyal yang pasti dan yang satu mulai memancarkan sinyal yang kuat.

ilustrasi, foto dok pribadi
Katanya ana kami mulai resmi pacaran saat kami memegang tangan betulkah? Iya mengingatnya itu, tanggal 20 november 2003 yang lalu.
Tanggal 20 adalah tanggal yang sangat berarti. Tanggal 20 juga yenny lahir.
Beberapa hari sebelum tanggal 24 november 2008 saya gagal menangkap sinyal sinyal kegagalan rumah tangga kami.


Pada masa ini kami seperti juga pasangan lain yang merasakan pasang surut dalam hubungan pacaran.
Entah berapa banyak pengorbanan ku yang telah kulakukan untuk nya. Aku hanya bisa mengingat beberapa hal.
Ketika ana sempat berhenti dari kerja, aku membantu sebagian kebutuhan keluarganya. Ia mau apa aku belikan. Ke dokter ke jogja dll.Sempat juga beberapa bulan aku membawakan mereka makanan siang rantang dari andalas ke alauddin. Untuk mereka bisa makan. Tidak peduli hujan atau panas. Aku masih pacaran waktu itu. Yang aku sedih adalah kalau aku datang bawa rantang, yang jemput bukan ana . Sedih rasanya. Seperti ingin dibuang saja rantang itu. Ketika ana kekurangan air, aku bolak balik dari rumah ditinumbu membawa air untuk nya. Hanya air. Aku juga membuatkan sumur ( yang aku sedihkan akhirnya sia sia saja. Kurang dimanfaatkan ) , pompa air ( akhirnya nasibnya sama juga ). Ketika dia butuh kerja aku beri modal awal untuk usaha kecil kecilan. Baju. Ku dukung dia habis habisan semampuku dengan harapan usahanya ini dapat berhasil hingga bisa menjadi usahanya yang mandiri. Sayang usaha kami kolaps.


Aku juga mengingat hal hal yang manis yang telah kami lalui.
Setiap sabtu ana pasti masak untukku dirumah di tinumbu. Aku selalu punya alasan untuk pulang cepat. Aku bahagia ada yang perhatikan nenek aku yang kesepian ditinggal cucu nya yang keluar semua nyari duit. Ada pun anaknya ( ibu aku ) yang juga kerja keras untuk kami semua.Kami pernah jadi detektif konyol yang ngikutin adikku sepanjang malam yang dingin. Walaupun akhirnya sia sia saja. Ini kami lakukan untuk monica lho hahaha.Pernah kami hampir mati konyol disambar truk ketika lagi asik ngobrol diatas motor. Untuk ana menarik kerah jaketku waktu itu. Aku lagi mengantar pulang kerumahnya sore itu.